Pemerintahan

Desa Mundeh Kauh adalah Desa hasil Pemekaran Desa Mundeh menjadi Desa Mundeh dan Desa Mundeh Kauh, yang berada dalam lingkup Kecamatan Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan. Jarak tempuh antara pusat Pemerintahan Desa ke pusat Pemerintahan Kecamatan adalah lebih kurang 30 menit atau berjarak kurang lebih 30 Km, sedangkan jarak tempuh dari pusat Pemerintahan Desa ke pusat Pemerintahan Kabupaten adalah kurang lebih 60 menit atau berjarak kurang lebih 50 Km, dan jarak tempuh dari pusat Pemerintahan Desa ke pusat Pemerintahan Provinsi adalah kurang lebih 90 menit atau berjarak kurang lebih 100 Km. Desa Mundeh Kauh disahkan menjadi Desa difinitif pada tahun 2004 dengan Surat      Keputusan Bupati Tabanan Nomor : 15 Tahun 2004 dan  terdiri dari lima ( 5 ) buah Banjar Dinas yaitu : Banjar Dinas Dayang, Penataran, Dukuh, Puncak Sari dan Banjar Dinas Kedewatan, dengan luas wilayah 743,548 Ha, dengan batas wilayah sebagai berikut :

  • Sebelah Utara dengan Desa Mundeh
  • Sebelah Timur dengan Tukad Yeh Bakung / Desa Mundeh
  • Sebelah Selatan dengan Hutan / Desa Lalang Linggah dan Desa Selabih
  • Sebelah Barat dengan Hutan dan Desa Belatungan

Sampai dengan saat ini jumlah Penduduk Desa Mundeh Kauh adalah 1.461 jiwa dengan rincian 718 jiwa laki-laki, dan 743 jiwa perempuan, serta dengan 464 KK. Saat ini fasilitas yang dimiliki dan ada di Desa Mundeh Kauh adalah antara lain 1 buah Sekolah Dasar dengan 5 Orang Tenaga Pengajar dan 1 orang Kepala Sekolah, 1 buah Sekolah Taman Kanak-Kanak dengan 1 orang Tenaga Pendidik dan 1 orang Kepala Sekolah TK, untuk sarana dan prasarana Kesehatan di Desa Mundeh Kauh ada 1 buah Puskesmas Pembantu dengan 1 orang Tenaga Medis yaitu Bidan Desa ( Ida Ayu Putu Eka Wiadnyani ) dengan waktu praktek 12 jam ( Pagi – Sore ) yang beralam di Banjar Dinas Penatan.

Kondisi Geografis

Dari letak Geografis, Desa Mundeh Kauh adalah merupakan Daerah Pertanian khususnya sector Perkebunan, dengan Petani Pekebun mayoritas Pekerjaan / mata pencaharian Penduduk. Dengan komoditas yang di kembangkan adalah Kelapa, Kopi, Cengkeh, Kakao, Pisang, Manggis, Durian dan yang lainnya. Untuk mengoorganisasikan kegiatan Petani Di Desa Mundeh Kauh juga sudah terbentuk lima ( 5 ) buah Organisasi Subak Abian, dan tiga ( 3 ) buah organisasi Kelompok Tani yang teragbung dalam satu buah Organisasi Gabungan Kelompok Tani hal ini dimaksudkan agar kegiatan kelompok tani lebih efektif selain juga untuk meningkatkan pendapatan petani. Di wilayah Desa Mundeh Kauh tidak ada wilayah Pertanian secara khusus / khas hal ini disebabkan karena letak Geografisnya diantara 450 – 550 M diatas Permukaan air laut, sehingga tanaman yang cocok dikembangkan adalah tanaman Perkebunan / Tanaman Keras. Yang menjadi Produk unggulan di Desa Mundeh Kauh adalah Tanaman Kakao, selain Harganya yang stabil juga masa panennya cukup panjang yaitu 8 bulan setiap tahunnya ( tahun 2002 – 2007 ), akan tetapi mulai tahun 2009 tanaman Kakao mulai terserang Hama Penggerak Buah Kakao       ( PBK ) dan juga Busuk Buah ( Heloveltis ) yang sampai menurunkan Produksi sampai dengan 90 % dari Produksi tahun sebelumnya ( 2008- 2010 ), dan tahun 2010 hampir tidak ada panen kakao hal ini disebabkan oleh karena Musim Hujan yang terlalu banyaksehingga buah kakao banyak yang busuk ( jumlah bulan hujan dalam tahun 2010 lebih banyak dari jumlah bulan kemarau ).

Kondisi Demografi

Dari segi Kependudukan, jenis pekerjaan masyarakat masih didominasi dari sektor Pertanian khususnya Sub Sektor Perkebunan dalam hal ini sebagai Petani dan buruh tani dengan rincian sebagai berikut :

  • Petani              :   920 Jiwa
  • Buruh Tani      :     41 Jiwa
  • Wiraswasta      :     75 Jiwa
  • PNS / Polri      :     14 Jiwa
  • Pensiunan        :       3 Jiwa
  • Belum Bekerja :   400 Jiwa +

Jumlah             : 1.453 Jiwa

Di Desa Mundeh Kauh saat ini juga sudah berkembang 2 buah Koperasi ( 1 Koperasi Simpan Pinjam, 1 Koperasi Pengolahan dan Pemasaran Kakao Permentasi ) dan 1 buah Lembaga Perkraditan Desa yang juga memerlukan tenaga kerja sehingga mengurangi Urbanisasi Penduduk untuk mencari Pekerjaan ke Kota atau mengurangi Pengangguran.

Kondisi Religi, Budaya dan Kesenian

Dari segi religi sebagian besar Penduduk Desa Mundeh Kauh adalah menganut Agama Hindu : 1.444 jiwa  dan ada juga yang menganut Agama lain yaitu Kristen Katholik : 9 jiwa. Di Desa Mundeh Kauh juga terdapat beberapa Pura seperti Pura Tri Kahyangan seperti umumnya Desa Pakraman di Bali juga ada pura Subak Abian sebanyak 5 buah Pura dan Pura lainnya yang disungsung dan di empon oleh Banjar Adat seperti Pura Batur Penataran ( Banjar Adat Penataran, Dukuh dan Puncak Sari ), Pura Padang Telaga ( Banjar Adat Dukuh ), Pura Puseh Bang    (  Banjar Adat Dayang dan Banjar Adat Bangal / Desa Mundeh ),   dan Pura Batur Kedewatan ( Banjar Adat Kedewatan ), sejarah dan asal usul pura-pura tersebut sampai saat ini belum dijumpai akan tetapi keberadaan dan fungsinya dan kesakralanya masing-masing masih tetap diyakini dan di percayai sampai dengan saat ini. Di wilayah Desa Mundeh Kauh juga terdapat sebuah Pura yaitu Pura Luhur Pucak Bukit Rangda yang secara geografis terletak antara perbatasan sebelah utara Desa Lalang Linggah dengan sebelah selatan Desa Mundeh Kauh, Kecamatan Selemadeg Barat, Pura ini di sungsung dan di empon oleh 3 ( tiga ) Desa Dinas yaitu : Mundeh Kauh, Lalang Linggah dan Selabih atau oleh 9 ( Sembilan Desa Pakraman ) yaitu Desa Pakraman Sura Berata, Yeh Bakung, Beja, Bangkiang Jaran, Bukit Tumpeng, Selabih, Penataran, Yeh Sibuh dan Desa Pakraman Antap Gawang. Pura ini secara fisik berdiri di atas sbuah bukit yang di sekitarnya terdapat jurang-jurang yang cukup terjal dan kawasan hutan dan sesuai juga dengan namanya Pura ini memang betul-betul berdiri di Pucak Bukit Rangda. Menurut Purana Jagat Bangsul Kata Rangda berarti Kepuh atau Rangdu Hutan, dan kata Bukit berarti buket dan buket berarti Sakti tanpa tadingan. Bukit Rangda berate tanah tinggi berbentuk Bukit yang ditumbuhi rangdu hutan / kepuh yang besar dan keramat / tenget atau mempunyai kekuatan gaib. Dengan demikian Pura Luhur Pucak Bukit Rangda adalah sebuah Pura yang terletak di Puncak sebuah bukit yang dulunya ditumbuhi pohon kepuh besar yang sampai kini tetap dikeramatkan karena mempunyai kekuatan gaib untuk melindungi keselematan umatnya ( Dapat di hubungi Bapak I Made Sukarta / I Made Ekadana, SH. Anggota DPRD Kab. Tabanan ).  Pada sektor Kesenian ada beberapa kelompok kesenian yang juga tumbuh dan berkembang di Desa Mundeh Kauh seperti Sekaa Joged Perunggu di Banjar Dinas Puncak Sari, Sekaa Joged Bumbung Mustika Kencana di Banjar Dinas Kedewatan dan Sekaa Arja Basur di Banjar Dinas Dukuh, dan sekaa-sekaa ini sebenarnya sudah ada sejak Banjar tersebut terbentuk akan tetapi dalam perkembangannya mengalami pasang surut.

Potensi Wisata

Secara khusus sampai dengan saat ini Desa Mundeh Kauh belum memiliki tempat Wisata secara khusus, namun demikian Desa Mundeh Kauh sebenarnya mempunyai potensi untuk pengembangan Wisata khususnya Wisata Agro, selain itu juga Wisata Spiritual yaitu Pura Pucak Bukit Rangda hal ini juga di dukung dengan sudah adanya fasilitas pendudukung yang dekat dengan Desa Mundeh Kauh yaitu beberpa Villa / Pondok Wisata dan Restaurant di Daerah Sura Berata Desa Lalang Linggah tinggal Pengenalan, Pengembangan dan Pemasrannya saja.

Bagikan:
Tersimpan di Profil Desa

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*